Selasa, 29 Oktober 2013

BAB V
PEMBAHASAN
            Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit, karena selain tidak berwarna bakttri juga sangat kecil. Untuk mengatakan hal tersebut, maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bakteri, sehingga sel dapat terlihat jelas dan mudah diamati. Oleh karena itulah pewarnaan sel bakteri ini merupakan salah satu cara yang paling utama dalam penelitian mikrobiologi. Adapun macam-macam pewarnaan yang dilakukan antara lain ; pewarnaan sederhana, pengecatan gram negatif, gram positif, kapsul, spora dan tahan asam.
            Pada percobaan pengecatan sederhana digunakan bakteri Bacillus subtilis dengan zat pewarna yang digunakan methylen blue. Biakan murni diambil dan diletakkan langsung pada objek glas dengan cara ditotol kemudian difiksasi agar bakteri dapat menempel pada objek glas dan tidak ikut tercuci sewaktu dibilas dengan aquades. Hal ang dilakukan selanjutnya adalah ditambahkan zat pewarna methylen blue sebelum dicuci dengan aquades setelah itu ditutup dengan deg glas kemudian ditambahkan minyak agar dapat memperjelas bentuk bakteri pada saat pengamatan satelah itu diamati dibawah mikroskop. Sel bakteri berukuran sangat kecil. Dari pengamatan mikroskopik diperoleh bentuk morfologi dari bakteri Bacillus subtilis yaitu struktur morfologinya berbentuk batang (basil) dan susunan bakterinya adalah berantai.
            Adapun pada percobaan pengecatan sederhana ini juga digunakan bakteri Eschericia coli dengan zat pewarna yang sama, dimana hasil pengamatan mikrokopisnya diperoleh bentuk batang tetapi ukurannya lebih kecil dari bakteri Bacillus subtilis.
            Pada pengecatan gram negatif digunakan bakteri  Eschericia coli dengan zat pewarna yaitu nigrosin dimana pengecatan ini dilakukan dengan mewarnai latar belakang preparat, tetapi tidak mewarnai bakteri sehingga bakteri terlihat jelas dan kontras dengan latar bakteri tidak terwarnai karena bakteri dan zat pewarna sama-sama bermuatan negatif. Pengecatan negatif biasa digunakan untuk menentukan morfologi bakteri tanpa penggunaan pengecatan kasar atau teknik fiksasi. Hasil pengamatan pengecatan gram negatif ini diperoleh bentuk bulat.Kemudian pada pengecatan gram posotif digunakan Staphylocorus aureus diperoleh gambaran dengan bentuk bulat dan bakteri ini termasuk gram positif.
            Pada percobaan pengecatan kapsul digunakan bakteri Bacillus subtilis  dengan zat pewarna Kristal violet dimana objek glas ditotolkan biakan bakteri dimana biakan bakteri Bacillus subtilis lalu diviksasi agar biakan tersebut dapat menempel pada objek glass dan protein bakteri terkoagulasi.Setelah itu dicuci dengan menggunakan CuSO4 dan H2SO4 dimana H2SO4 ini digunakan sebagai pencuci dan H2SO4 merupakan asam yang kuat agar bakteri tidak akan tersisa pada ojek glass.
            Selanjutnya pada percobaan pengeratan taha asam dimana metode kerja yang digunakan yaitu objek glass yang ditotolkan biakan bakteri dimana biakan bakteri yang digunakan adalah Eschericia coli lalu ditambahkan carbol fuchsin sebagai zat pewarna,didiamkan selama 3 menit menghasilkan warna merah keunguan lalu dicuci dengan alcohol asam untuk mengetahui apakah ini bersifat asam atau tidak lalu dicuci kemudian ditambahkan Metilen Blue diamkan sampai 2-3 menit,cuci dengan H2O dan tutup dengan deck glassdan tetesi dengan minyak imersi untuk memperjelas penampakan bakteri ketika diamati . Lalu diamati dibawah mikroskop.Jika tidak tahan asam maka warnanya akan luntur.
            Adapun percobaan yang telah dilakukan yang telah dibahas diatas pada percobaan pengecatan gram positif gambar yang diamati tidak terlihat jelas dan bentuk dari bakteri yang terlihat adalah berbentuk bulat.Adapun factor kesalahan yang terjadi pada percobaan kali ini yaitu:
   1.Kurang teliti dalam melakukan percobaan pengecatan gram positif
   2.Kurang hati-hati pada saat praktikum berlangsung.
            Semua pembahasan diatas adalah hasil dari percobaan yang dilakukan dimana praktikum ini adalah salah satu percobaan yang diamati yang hasil gambarnya kurang jelas.
            Adapun macam-macam pengecatan yaitu:
1.    Pengecatan sederhana, dengan menggunakan satu macam zat warna ( biru metilen / air fuchsin ), tujuannya hanya untuk melihat bentuk sel, seperti cocus, basil, spiral dan lainnya.
2.    Pengecatan diferensial, dengan menggunakan lebih dari satu zat warna seperti pewarnaaan gram dan pengecatan tahan asam. Pewarnaan gram adalah suatu metode untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar yakni gram positif dan gram negatif. Pewarnaan tahan asam ditujukan terhadap bakteri yang mengandung lemak dalam konsentrasi tinggi sehingga sukar menyerap zat warna.
3.    Pewarnaan khusus, berguna untuk melihat struktur tertentu seperti pewarnaan flagel, pewarnaan spora dan pewarnaan kapsul.
                  Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pengecatan bakteri adalah:
a.    Fiksasi, dimana jika terlalu lama difiksasi maka dinding sel akan pecah sehingga yang seharusnya gram positif maka terlihat seperti gram negatif.
b.    Smear terlalu tebal, gram negatif akan terlihat seperti gram positif.
c.    Waktu pengecatan tidak tepat,gram negatif akan terlihat seperti gram positif.
d.    Konsentrasi reagen, juka gram A terlalu encer maka gram positif akan terlihat seperti gram negatif.
e.    Konsentrasi peluntur jika semua peluntur alcohol maka cat akan lambat untuk meluntur dan jika semua peluntur adalah aseton maka cat akan terlal cepat meluntur.
f.     Medium, jika medium terlalu asam maka gram positif akan terlihat seperti gram negatif,
            Pada pewarnaan tahan asam, pewarnaan ini ditujukan terhadap bakter yang mengandung lemak dalam konsentrasi tinggi sehingga sukar menyerap zat warna, namun jika bakteri diberi zat warna khusus misalnya carbol fuchsin melalui proses pemanasan, maka akan menyerap zat warna dan akan tahan  diikat tanpa mampu dilunturkan oleh peluntur yang kuat sekalipun seperti asam alcohol.
Berikut ini adalah beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri gram positif dan bakteri gram negatif:
Perbedaan
Bakteri gram positif
Bakteri gram negatif
Dinding sel:Lapisan peptidoglikanKadar lipid
Lebih tebal (20-80nm)1-4 %
Lebih tipis11-22 %
Resistensi terhadap alkali(1 % KOH)
Tidak larut
Larut
Kepekaan terhadap Iodium
Lebih peka
Kurang peka
Toksin yang dibentuk
Eksotoksin
Endotoksin
Bentuk sel
Bulat, batang atau filamen
Bulat, ova, batang lurus atau melingkar seperti tanda koma, heliks atau filament, beberapa mempunyai selubung atau kapsul
Reproduksi
Pembelahan biner
Pembelahan biner, kadang-kadang pertunasan
Metabolisme
Kemoorganoheterotrof
Fototrof, kemolitoautotrof, atau kemoorganoheterotrof
Resistensi terhadap tellurit
Lebih tahan
Lebih peka
Sifat tahan asam
Ada yang tahan asam
Tidak ada yang tahan asam
Kepekaan terhadap penisilin
Lebih peka
Kurang peka
Kepekaan terhadap streptomisin
Tidak peka
Peka
Motilitas
Kebanyakan nonmotil, bila motil tipe flagelanya adalah petritikus (petritrichous)
Motil atau nonmotil. Bentuk flagella dapat bervariasi
Anggota tubuh
Biasanya tidak memiliki apandase
Dapat memiliki pili, fimbriae, tangkai
Endospora
Beberapa grup dapat membentuk endospora
Tidak dapat membentuk endospore
Penghambatan warna basa
Lebih dihambat
Kurang dihambat
Kebutuhan nutrien
Kompleks
Relatif sederhana
Ketahanan terhadap perlakuan fisik
Lebih tahan
Kurang tahan
            Bakteri memiliki beberapa bagian penting seperti flagella,spora dan kapsul.flagela digunakan bakteri sebagai lat gerak. Bentuk yang umum dijumpai meliputi bentuk motorik, peritrik dan amfitrik.  Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan diluar dinding sel pada jenis bateri tertentu. Kebanyakan bakteri mempunyai lapisan lendir yang menyelubungi dinding sel seluruhnya. Kapsul tersusun atas polisakarida dan air yang berfungsi untuk melindungi sel . Spora pada bakteri bukan sebagai alat reproduksi seperti halnya spora pada fungi, tetapi spora pada bakteri yaitu bentuk bakteri yang sedang dalam usaha mengamankan diri terhadap pengaruh buruk dari luar.    
            Adapun bentuk-bentuk morfologi bakteri adalah basil, cocus, spiral dan lainnya. Bentuk basil adalah seperti batang, bentuk cocus adalah seperti kelereng kecil dan spiral adalah berbentuk spiral.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar